13 April 2024    




Paris

Volatilitas Nilai Tukar Meningkat, Transaksi Lindung Nilai Kian Perlu?

  • bprnbp04    
  • Volatilitas Nilai Tukar Meningkat, Transaksi Lindung Nilai Kian Perlu?

    Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Indonesia terus memperkuat instrumen pendalaman pasar keuangan guna menjaga stabilitas Rupiah menghadapi gejolak global 2024. Strategi ini diantaranya dilakukan dengan memperkuat produk swap, hedging dan likuiditas jangka pendek serta pembentukan struktur suku bunga dan nilai tukar rupiah.

    SEVP Treasury & International Banking BCA, Branko Windoe memandang langkah pendalaman pasar BI termasuk melalui hedging sudah tepat meski gejolak nilai tukar yang terjadi saat ini lebih disebabkan pergerakan Dolar AS.

    Hedging saat ini diterapkan pada produk derivatif dengan biaya yang murah yang bisa dimanfaatkan sektor riil untuk melindungi bisnis terkait nilai tukar.

    Senada dengan BCA, Head of Trading, Treasury & Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan memandang kondisi ketidakpastian pasar yang semakin tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk menekan dampak volatilitas nilai tukar lewat hedging.

    Perbankan terus mendorong variasi lindung nilai untuk memperluas cakupan hedging yang dapat dimanfaatkan sektor ril. Lalu seperti apa urgensi pemanfaatan hedging? seberapa kuat aturan mendukung hedging yang ditawarkan perbankan? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Senior Executive Vice President Treasury & International Banking BCA, Branko Windoe dan Executive Director Head of Trading, Treasury & Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan dalam Power Lunch,CNBCIndonesia (Senin, 15/01/2024)

    Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20240115131118-74-505705/volatilitas-nilai-tukar-meningkat-transaksi-lindung-nilai-kian-perlu